TOU 2

1. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK KELOMPOK

  Pengertian Kelompok : Kelompok dapat diartikan sejumlah orang yg terlibat dalam interaksi pada suatu pertemuan tatap muka, di mana setiap anggota mendapat kesan yg jelas, sehingga seseorang baik di saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya dpt memberikan tanggapan kepada yang lainnya.

  Menurut ADLER & RODMAN, Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok yaitu: interaksi, waktu, ukuran, tujuan.

  Pengertian Kelompok : Kelompok dapat diartikan sejumlah orang yg terlibat dalam interaksi pada suatu pertemuan tatap muka, di mana setiap anggota mendapat kesan yg jelas, sehingga seseorang baik di saat timbul pertanyaan maupun sesudahnya dpt memberikan tanggapan kepada yang lainnya.

  Menurut ADLER & RODMAN, Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok yaitu: interaksi, waktu, ukuran, tujuan.

 Tujuan

– Intrinsik

– Ekstrinsik (tujuan bersama):

a. Faktor pemersatu paling kuat (contoh : olah raga)

b. Memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai

Groupness → entitavity (kesatuan) : Tingkat dimana kesatuan kekuatan tunggal menyatu

Ketergantungan Dinamis

2. TAHAPAN PEMBENTUKAN KELOMPOK

  Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman pada 1965. Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah konsep ini dicetuskan. Teori ini memfokuskan pada cara suatu kelompok menghadapi suatu tugas mulai dari awal pembentukan kelompok hingga proyek selesai. Selanjutnya Tuckman menambahkan tahap kelima yaitu adjourning dan transforming untuk melengkapi teori ini.

 

Tahap 1 – Forming

Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan infomasi dan mendekatkan diri satu sama lain.

Tahap 2 – Storming

Pada tahap ini kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah apa yang harus mereka selesaikan, bagaimana fungsi mereka masing-masing dan model kepemimpinan  seperti apa yang dapat mereka terima. Anggota kelompok saling terbuka dan  mengkonfrontasikan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing.

Tahap 3 – Norming

Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Kelompok mulai menemukan haromoni seiring dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing

Kelompok pada tahap ini dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming

Ini adalah tahap yang terakhir dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap manapun ketika mereka mengalami perubahan (transforming).

Keunggulan dari teori ini adalah menjadi suatu pedoman dalam pembentukan suatu kelompok. Sementara itu keterbatasannya antara lain:

– Model ini didesain untuk menjelaskan tahap-tahap yang terjadi pada kelompok dengan ukuran kecil.

– Pada kenyataannya, proses kelompok tidak linear seperti   penjelasan pada teori Tuckman, namun lebih bersifat   siklus. 

– Karakteristik tiap tahap tidak selalu saklek seperti itu.   Karena model ini berkaitan dengan perilaku manusia.

– Model ini tidak memperhitungkan peranan yang harus   diambil individu dalam kelompok

– Tidak ada pedoman mengenai jangka waktu mengenai   perpindahan dari satu tahap ke tahap lainnya.

  • Teamwork disini artinya kemampuan bekerjasama untuk menuju satu visi yang sama dan hal ini hal ini hanya akan terbangun jika setiap individu dan unit kerja di dalam perusahaan menyadari bahwa mereka tidak mungkin mampu mencapai tujuan perusahaan secara sendiri-sendiri.
  • Tiap individu atau tiap unit memang memiliki tujuan masing-masing. Akan tetapi, dalam teamwork yang efektif, tujuan masing-masing kelompok akan muncul sebagai target bersama dan menimbulkan ketergantungan satu dengan yang lainnya secara positif.

    Secara umum, untuk membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :

    1)Jangan bersikap individualistis.

    2)Berikan kontribusi

    3)Bersikap fleksibel

    4)Komunikasi

    5)Komitmen

    6)Kepercayaan dan Saling Menghargai

    7)Patuhilah Pemimpin

      Seringkali muncul pertanyaan tentang jenis komunikasi analisa mana yang dapat membantu memecahkan masalah-masalah komunikasi didalam organisasi.

      Jenis eksperimen yang dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini dapat memisahkan suatu variabel tertentu yang digunakan untuk menunjukan pengaruhnya terhadap komunikasi.

      Namun karena kondisi praktek organisasi yang senyatanya tidak akan pernah sama dengan kondisi laboratories, maka kesimpulan yang dipeoleh dari eksperimen semacam ini tidak dapat diterapkan untuk kepentingan manajemen organisasi.

      Sumbangan utama dari eksperimen semacam ini adalah memeperlihatkan pengaruh potensial  dari setiap variabel atau faktor. Kenyataan yang sebenarnya ada kecenderungan alamiah dari kelompok kerja untuk memecahkan masalah komunikasi seeffisien mungkin (misalnya: dengan hanya mengeluarkan usaha sekedarnya saja)

      Pandangan ini mendorong penggunaan berbagai pola komunikasi organisasi yang dapat menyeseuaikan diri dan selalu berubah terus menerus.

  • IMPLIKASI MANAJERIAL

      Pada hal seperti telah kita ketahui, jaringan kerja komunikasi informal “grapevine” juga berlangsung dalam kelompok-kelompok kecil karyawan maupun pada setiap tingkatan dalam struktur organisasi secara keseluruhan.  Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen

    Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :

    1)Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.

    2)implikasi kebijakan meliputi sifat substantif,   perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

      Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :

      1. Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s